Thursday, August 30, 2018
Tuesday, August 14, 2018
Info Kampus: Jadwal Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2018
Pengambilan dan pengembalian formulir Tanggal 1 April s/d 24 Agustus 2018
TES (Tertulis dan Wawancara) Tanggal 26-28 Agustus 2018
Pengumuman Tanggal 30 Agustus 2018
Pendaftaran Ulang Tanggal 30 Agustus s/d 10 September 2018
Matrikulasi Tanggal 11-15 September 2018
Kuliah Perdana Tanggal 23 September 2018
Fakultas dan Program Studi yang ada di Kampus Universitas Tomakaka Mamuju
1. Fakultas Pertanian
Program Studi
- Agribisnis Pertanian
- Agribisnis Perikanan
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Program Studi
- Ilmu Administrasi Negara
- Ilmu Politik
3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi
- Pedidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Pendidikan Bahasa Inggris
4. Fakultas Teknik
Program Studi
- Teknik Mesin
- Teknik Sipil
- Teknik Arsitektur
5.Fakultas Ilmu Komputer
Program Studi
- Teknik Informatika
- Sistem Informasi
6. Fakultas Hukum
Program Studi
- Ilmu Hukum
7. Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
Program Studi
- Hukum Keluarga Islam
- Ekonomi Islam
Fakultas dan Program Studi yang ada di Kampus Universitas Tomakaka Mamuju
1. Fakultas Pertanian
Program Studi
- Agribisnis Pertanian
- Agribisnis Perikanan
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Program Studi
- Ilmu Administrasi Negara
- Ilmu Politik
3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi
- Pedidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Pendidikan Bahasa Inggris
4. Fakultas Teknik
Program Studi
- Teknik Mesin
- Teknik Sipil
- Teknik Arsitektur
5.Fakultas Ilmu Komputer
Program Studi
- Teknik Informatika
- Sistem Informasi
6. Fakultas Hukum
Program Studi
- Ilmu Hukum
7. Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam
Program Studi
- Hukum Keluarga Islam
- Ekonomi Islam
Monday, August 13, 2018
Akhi, Jangan Terlalu Baik Padaku Please!
Qian berjalan santai meski pikirannya tengah melantur ke mana-mana. Gadis itu jadi telat merespon saat salah satu adik tingkatnya menyapa, membuatnya sedikit gelagapan. Ia tersenyum singkat, berusaha memungut sisa-sisa memorinya sambil bertanya-tanya dalam hati ‘tuh anak sape ya namanya? Wajahnya sih.. sama lupa juga?’#Gubraks. Qian meringis menyadari kebiasaan buruknya. Gadis yang kini sudah memasuki tingkat dua di jurusan teknik elektro itu emang rada lola soal nginget nama orang. Kalo soal listrik dan semacamnya sih untungnya kagak. Coba kalo iya. Bisa didepak doi sejak awal masuk kuliah hehe..
‘Ah iya! Ni hari pan ada kajian yang diisi ama alumni Universitas Islam Madinah itu? Untung inget he..he.. mesjid ah..’ Qian bermonolog dalam hati sambil tersenyum. Tapi baru juga berapa meter berjalan, langkah Qian sempurna terhenti. Gadis itu sempurna melotot. Seseorang yang kini melewati ujung pertigaan membuat gadis itu nge freeze. Orang itu, orang yang paling gak pengen Qian temui.
‘Jangan noleh.. jangan noleh.. plis ya Allah bikin dia gak noleh..’
‘Ok, tenang..tenang.. dia dikit lagi lewatin ujung pertigaan ini dan aku bakal selamet’ Bisiknya pada diri sendiri, berusaha
menenangkan debaran jantungnya. Tangannya mencengkram kedua ujung ranselnya erat sambil memejamkan kedua matanya, berharap keberadaannya tak terdeteksi. Dan untungnya sejauh ini orang itu emang gak liat kanan-kiri. Qian sempat melihat orang itu menghilang di ujung pertigaan sebelum melakukan aksi konyolnya, meremin mata di tengah jalan. Padahal yang ada dia yang kagak bisa liat ya? Ok abaikan keanehan Qian.
“ Loh, Qian? Mau ke mesjid juga?”
DEZIG! Mati aku!
‘ Eh, masa nyumpahin diri sendiri sih?’
Qian membuka kedua matanya perlahan lantas meringis, menatap orang itu sambil tersenyum kikuk. Di ujung sana orang itu tengah menunggu sambil tersenyum lebar yang membuat Qian mau tak mau berjalan perlahan menghampiri meski saat itu keinginannya cuma satu : kabur atau ngilang sekalian. Mengingat betapa konyolnya ia tadi. ‘Semoga dia gak mikir aneh-aneh’ doanya.
“ Em.. iya Gar, kamu mau ke mesjid juga? Hari ini ada kajian kan?” Qian berusaha menjaga jarak.
‘Aaaa! Kenapa aku gak bilang mo kemana dulu gitu!?’ Qian berteriak frustasi dalam hati. Setidaknya ia bisa memutar dulu lewat jalan lain soalnya doi punya firasat mereka bakal jalan beriringan meski Qian tau makhluk di depannya gak bakal macem-macem.
Makhluk itu Muhammad Adrian Sagar, gegedug aka ketua di komunitas El-Kautsar yang didirikan para pemburu ilmu, para pecinta kajian di Fakultas Teknik yang rata-rata pernah ikut ROHIS pas SMA dulu. Qian dan Sagar menjadi salah satu perintisnya bersama delapan orang lainnya meski beda-beda jurusan. Mereka dengan bangga dan sukarela menjadi fasilitator seminar dan berbagai kajian yang mengangkat isu-isu penting hangat dan layak dibahas seputar masalah umat dan solusinya.
Qian sebetulnya kagum ama Sagar. Ketua mereka itu selalu bisa mengundang pembicara-pembicara ajib yang bikin mahasiswa Universitas lain bahkan rela datang jauh-jauh.
Loh terus apa dong yg bikin Qian males ketemu Sagar?
Jawabannya adalaaah..
Qian males ngobrol panjang lebar dengan yang bukan mahromnya. Dan orang di depannya itu selalu punya segudang pertanyaan dan bahan obrolan. Contohnya kek tempo hari pas Qian lagi jalan berdua sama sohibnya Amel dan seseorang tiba-tiba nyapa, bikin Qian yang pengen buru-buru pergi berkali-kali menahan langkah sambil berusaha menahan pandangan. Secara ada orang nanya masa dia kabur? Untung gadis itu punya alasan lagi buru-buru asli. Sejak saat itu Qian rada anti ketemu ama ikhwan yang always tersenyum lebar berinisial ‘Sagar’ itu.
“ Eh, yang lain mana? Zainab? Maya? Eh, iya Rahmi juga! masih kuliah? loh kamu sendiri?” Sagar masih terus bertanya sementara Qian menjawab singkat-singkat, berusaha menyembunyikan rasa geregetnya. Ni cowok gak peka banget ya kalo aku bĂȘte? Hiiih! Mereka masih berjalan beriringan meski Qian terus berusaha memosisikan diri di belakang cowok itu.
“ Eh, Gar apa kabar? Lo kemana aja Bro ko jarang liat?” Seorang mahasiswa berambut kribo dengan badge kemeja Fakultas Kesehatan dan Olahraga mencegat langkah mereka. Sepertinya dia teman lama Sagar karena mereka kini sudah terlibat obrolan seru. Qian jadi Bete sendiri
‘So, aku ngapain? Masa harus nunggu? Emang daku cewek apakah!’ Qian meniup ujung jilbabnya berdiri gelisah.
Oh iya! Kesempatan buat kabur!
‘Alhamdulillah.. Makasih Masbro alias Mas kribo! hehe..’ Qian perlahan melangkah minggir bak kepiting, lalu sepersekian detik kemudian bertransformasi jadi kaki seribu, burur-buru tancap gas dengan percepatan #Jiiahh!
Sayangnya masalah tinggi badan yang berbanding lurus dengan panjang kaki, ngaruh juga ke kecepatan jalan. Qian yang sudah belasan meter di depan kesusul Sagar yang sudah kembali mensejajari langkah gadis itu. Alamak! Qian berteriak frustasi (dalam hati), sebal kenapa dia lebih pendek dari Sagar.
‘Tau gitu tadi aku lari aja sekalian!’ Pikirnya. Bodo amat cowok di pinggirnya itu bakal mikir dia aneh atau apa, toh Qian sudah cukup konyol pas ketahuan merem di tengah jalan tadi.
“ Eh, Qi udah tau belum Teh Zahra mau nikah?” Kali ini Sagar mengangkat topik baru.
Pertanyaan itu merubah mood dan wajah Qian 180 derajat. Tentu saja ia tau, tadi pagi saat mentoring terakhir sebelum libur lebaran, kabar pernikahan teteh murobbi kesayangannya diumumkan dan sukses membuat Qian and the genk memekik senang. Qian terus bercerita dengan semangat soal bagaimana reaksi kawan-kawannya tadi dan betapa bahagianya Qian dengan kabar mengejutkan itu. Sampai akhirnya gadis itu sadar bahwa ia kelewat antusias di depan seseorang yang.. hei,
‘bukan siapa-siapanya’! Gadis itu terdiam meneguk ludah.
“ Nanti datang kan ke walimahnya? Aku jadi panitia acaranya loh! Hehe” Sagar terkekeh. Dahi Qian mengerut, bertanya-tanya ‘ kok bisa?’ tapi kemudian ingat mereka kan satu organisasi di kampus. Wajar Sagar jadi salah satu EO walimahan nanti.
“ Datenglah! Masa kita-kita gak hadir? Lagian ada makan gratisnya kan?”
“ Ha..haha.. Ya adalah Qi, masa walimahan gak ada makanan!” Sagar tertawa mendengar candaan Qian, membuat gadis itu tersenyum kikuk menyadari kekonyolannya.
Hingga akhirnya Sagar pamitan, bilang baru ingat masih punya urusan lain yang perlu diselesaikannya lalu berbelok ke atas meninggalkan Qian yang termangu. Gadis itu menepuk dahi, baru sadar kalau dia lagi-lagi kecolongan dan mengobrol lepas dengan seorang ikhwan. Wajah gadis itu memelas. Qian masuk sambil merutuki diri, lupa membaca do’a masuk mesjid. Yang dipikirkannya saat ini cuma satu, segera bersiap solat dan muhasabah cinta, eh, muhasabah diri maksudnya.
***
KENAPA ADA COWOK SEGAK PEKA DIA?
Qian menulis besar-besar di jurnal hariannya. Selesai solat Ashar dan membaca Al-Matsurat, gadis itu duduk selonjoran di pelataran mesjid lorong akhwat. Cukup ramai seperti biasa. Qian sendiri punya segudang curhatan yang udah tumpeh-tumpeh pengen dia keluarin di jurnal tercintanya. Soal siapa lagi kalo bukan Sagar!
Mungkin cuma Qian yang punya pemikiran anomali dan alergi dengan ketua El-Kautsar nya. Secara Sagar itu baik, punya leadership tinggi, aktivis, ramah pada siapapun dan jangan lupakan soal wajahnya yang senantiasa dihiasi senyuman. Kadang Qian iseng berpikir kalau Sagar cemberut atau marah bakal kayak gimana ya? Dan dengan segudang kelebihan serta wajah yang bisa dibilang enak dipandang, jelas gak ada satupun alasan yang bisa bikin orang benci padanya. Qian sih pengecualian.
Oya, hal lain yang Qian gak suka adalah Sagar lumayan sering mengupload fotonya di medsos. Emang sih gak aneh-aneh, tetep sopan dan gak alay. Tapi tuh cowok sadar gak sih kalo wajahnya itu punya nilai ‘di atas rata-rata’ menurut skala manusia? Bukan apa-apa sih. Tapi bagi Qian bukan hanya kaum hawa yang harus hati-hati pasang foto di medsos. Kalo sampe ada yang suka trus nyimpen tuh foto dan jadi secret admirer pria itu pan bahaya? Zina mata ama hati deh jatohnya.
But, entahlah..
Qian emang suka mikir kejauhan meski dia gak pernah larang-larang orang soal itu.
Dan yang paling bikin Qian gak suka adalah : Sagar terlalu baik, terlalu ramah dan terlalu perhatian. Pada siapapun. Yup, pada siapapun! Termasuk para akhwat. Dan Qian gak suka. Apa dia cembukor alias cemburu?
What!? No,no,no. Enggak sama sekali.
Eh, yang bener?
Dih dibilangin kagak percaya (-,-)
Qian tuh cuma khawatir. Beneran deh! Kalo akhwatnya cuek bebek kayak dia sih nope alias kagak masalah. Tapi kalo kek sohib-sohibnya yang kalo ngobrol dikit-dikit ngomongin nikah muda dan baperan, gimana hayo? Apalagi kaumnya ini emang udah dari sononya punya penyakit akut yang terdiri dari dua suku kata tapi gede efeknya: Ge-eR
Qian sendiri sadar : sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya bakal jatuh juga. Secuek-cueknya Qian, ia juga bisa
‘jatuh’#bukan kepeleset kulit pisang loh ya!
Qian takut benteng pertahanannya jebol. Kata Bang Tere penulis paforitnya, kalo bendungan perasaan udah jebol bakal suliiit pake banget buat meredamnya lagi. Dan lagi beberapa kali ia kecolongan ngobrol seru ama Sagar#hiks.
Yah, Qian sih berusaha positive thinking aja. Mungkin tuh cowok gak sadar kalo sikapnya berbahaya buat kaum Hawa. Boleh jadi Sagar berniat baik mencontoh akhlak Rasulullah SAW yang ramah dan baik meski Qian sendiri yakin Rasul punya batasan tertentu jika berhadapan dengan lawan jenis. Mungkin juga ini cara Sagar berdakwah. Kalo dia dingin, cuek, dan gak perhatian, bisa jadi orang pada kabur, termasuk akhwat di El-Kautsar yang jumlahnya gak seberapa. Boleh jadi cowok itu berpikir demikian kan? Kan?
Ah, Entahlah..
Qian mengangkat bahu. Gak baik juga berspekulasi tentang seseorang yang jatuhnya ke prasangka buruk. Inget oi husnuzhon! Tegur hatinya. Dan lagi, masih banyak hal penting lainnya untuk diselesaikan.
Seperti kata abah, daripada cape menggerutu karena kena duri yang berserakan di jalan, mending pake sandal sejak awal. Daaan.. daripada capek mikirin sikap nyebelin Sagar yang Pe-Ha-Pe dan sering bikin akhwat salah paham, mending Qian memperkuat hati dan membangun benteng pertahanan yang lebih kokoh dan berlapis buat hatinya. Lapisannya.. so pasti harus lebih banyak dari rainbow cake! Tekadnya dalam hati. Hmm, Qian jadi lapar #eh
Sumber: http://www.dakwatuna.com
Sunday, August 12, 2018
Erdogan: Turki Menjadi Target Perang Ekonomi
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan membantah bahwa Turki berada dalam krisis mata uang. Ia menolak jatuhnya nilai mata uang Turki, lira, sebagai 'fluktuasi' yang tidak ada hubungannya dengan fundamental ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Erdogan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggandakan tarif pada impor baja dan aluminium Turki. Erdogan menggambarkan penurunan terendah lira hingga 18 persen pada Jumat (10/8) sebagai 'rudal' perang ekonomi yang dilancarkan terhadap Turki.
Erdogan mengatakan pihak-pihak yang gagal melakukan kudeta pada 2016 saat ini mencoba menargetkan Turki melalui ekonominya. Erdogan berjanji bahwa Turki akan melawan itu.
Dia tidak menyebutkan nama negara manapun dalam keterangan tersebut. "Mereka yang tidak bisa bersaing dengan kami di lapangan telah membawa petak-petak uang fiktif online yang tidak ada hubungannya dengan realitas negara kami, produksi dan ekonomi riil," kata Erdogan pada pertemuan provinsi Partai AK di kota pesisir Laut Hitam, Rize.
"Negara ini tidak runtuh, tidak hancur atau bangkrut atau dalam krisis," tambahnya.
Menurutnya jalan keluar dari krisis mata uang adalah dengan meningkatkan produksi dan 'meminimalkan suku bunga'. Lira Turki telah kehilangan sekitar 40 persen pada tahun ini saja.
Sebagian besar karena kekhawatiran tentang pengaruh Erdogan atas ekonomi, seruan berulang untuk suku bunga rendah dalam menghadapi inflasi tinggi dan hubungan yang memburuk dengan AS.
AS dan Turki telah berselisih mengenai berbagai topik. Dari berbagai kepentingan di Suriah, ambisi Turki untuk membeli sistem pertahanan Rusia, dan kasus pendeta evangelis Andrew Brunson, yang diadili di Turki atas tuduhan terorisme.
Erdogan juga menyinggung 'batas akhir' untuk waktu penyerahan Brunson. "(Mereka) mengancam, mengatakan Anda akan mengirim Brunson sampai jam 6 sore. Ini bukan negara acak. Ini adalah Turki," katanya.
Delegasi Turki mengunjungi Washington pada pekan ini untuk melakukan perundingan. Tetapi tidak tampak hasil dari perundingan itu.
Setelah hampir 20 bulan di penjara Turki, Brunson dipindahkan ke tahanan rumah pada Juli oleh pengadilan. Sejak itu Trump dan wakil presidennya Mike Pence telah berulang kali menyerukan pembebasannya. Sementara itu Ankara mengatakan keputusan itu berada di pengadilan.
Trump pada Jumat mengumumkan menggandakan tarif pada impor baja dan aluminium dari Turki. Ia mengatakan hubungan dengan Ankara "tidak baik pada saat ini".
Turki merupakan sebuah pasar negara berkembang yang penting. Turki berbatasan dengan Iran, Irak dan Suriah dan pro-Barat selama beberapa dekade. Gejolak keuangan berisiko mengguncang wilayah tersebut.
Sebuah pertemuan pada Jumat mengungkapkan pendekatan ekonomi baru oleh menteri keuangan Turki Berat Albayrak, menantu Erdogan. Namun tidak banyak membantu memulihkan nilah lira.
Para investor mencari langkah-langkah konkret seperti kenaikan suku bunga untuk memulihkan kepercayaan. "Saya bertanya kepada Anda. Apa alasan yang mungkin bisa ada di belakang lira yang berada di 2,8 terhadap dolar pada 15 Juli 2016 untuk meluncur di bawah 6 kemarin? Selama periode ini, Turki telah menetapkan catatan dalam ekspor, produksi dan pekerjaan," tambah Erdogan.
Dia mengulangi rencana lama untuk beralih ke perdagangan dalam mata uang nasional. Ia mengaku Turki sedang mempersiapkan langkah seperti itu dengan Rusia, Cina dan Ukraina.
Dia juga mengulangi seruannya kepada warga Turki untuk menjual dolar dan tabungan euro agar mampu menahan nilai lira. "Jika ada dolar di bawah bantal Anda, keluarkan ini gegera berikan l ke bank dan gunakan lira Turki. Dengan melakukan ini, kami melawan perang ini untuk kemerdekaan dan masa depan Turki," katanya.
Menurutnya sangat disayangkan jika Washington memilih Brunson atas Turki, mitranya di NATO. Dalam sebuah opini di New York Times, dia memperingatkan AS bahwa Ankara memiliki alternatif lain sebagai sekutu.
"Washington harus melepaskan gagasan yang salah arah bahwa hubungan kita bisa asimetris," katanya dalam opini itu.
Turki, tempat pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan AS di Timur Tengah, telah menjadi anggota NATO sejak 1950-an. Ini adalah tuan rumah bagi bagian penting dari sistem pertahanan rudal aliansi Barat terhadap Iran.
Dalam sebuah opini terpisah di surat kabar pro-pemerintah Daily Sabah, juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan upaya Turki untuk menyelesaikan krisis dengan metode diplomatik telah ditolak oleh pemerintahan Trump. Ia memperingatkan bahwa AS akan menghadapi risiko kehilangan Turki sebagai sekutu.
"Seluruh masyarakat Turki menentang kebijakan AS yang mengabaikan tuntutan keamanan sah Turki. Ancaman, sanksi dan intimidasi terhadap Turki tidak akan berhasil," katanya.
Source; Republika.co.id
Pemimpin adalah Cerminan Rakyat
Pilkada serentak baru saja usai dilaksanakan di sebagian wilayah Indonesia. Rabu, 27 Juni 2018, sebagian rakyat memilih calon pemimpinnya dalam pesta demokrasi tersebut baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi.
Perhitungan jumlah suara secara quick count dari berbagai lembaga survei telah mengumumkan hasilnya, hanya tinggal menunggu perhitungan real count dan pengumuman resmi dari pihak KPU sebagai lembaga independen penyelenggara Pilkada, maka pemimpin baru pun hadir.
Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memilih pemimpin. Seiring berjalannya waktu yang silih berganti, estafet kepemimpinan juga berganti dari satu pemimpin ke pemimpin selanjutnya, dari satu periode ke periode berikutnya. Dan setiap pemimpin memiliki karakter dan sikap yang berbeda dalam memimpin. Terkadang kita menemukan pemimpin yang amanah menjalankan roda pemerintahan, tidak jarang juga pemimpin bersikap culas terhadap roda pemerintahan dan rakyatnya.
Seperti yang sudah-sudah, menjadi suatu kebiasaan bagi sebagian kita rakyat yang dipimpin, mengkritik dan mengkritisi pemimpin kita dalam masa kepemimpinannya. Bahkan, ada juga yang sampai menghujat dan mencaci maki pemimpin yang dulunya ia dukung, puja, dan pilih. Namun karena kekecewaannya, ia balik menyerang, membenci dan marah, jika kita gunakan istilah anak muda sekarang lebih tepatnya “ dikecewakan pas lagi sayang-sayangnya” .
Namun demikian, kita jangan pernah lupa, bahwa pemimpin adalah cerminan dari yang dipimpin. Pemimpin yang baik untuk rakyat yang baik, pemimpin yang buruk untuk rakyat yang buruk. Kita harus ingat, bahwa pemimpin juga awalnya berasal dari rakyat biasa yang kemudian kita usung dan kita pilih untuk memimpin kita. Kita mempercayai bahwasanya orang tersebut dapat merealisasi dan menjalankan aspirasi dan adil dalam menyejahterakan kita dan lainnya.
Kita seide dan sependapat dengan visi dan misi yang dikampanyekannya. Maka ketika ia jadi pemimpin dan membuat kesalahan, nasihatilah ia dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab kita, karena sebelumnya, suara kita yang menghantarkannya pada posisi tersebut.
Dalam satu riwayat, Sultan Abdul Malik bin Marwan pada suatu hari Jumat berkata dalam khotbahnya: “Saudaraku-saudaraku dan rakyatku yang aku muliakan dan cintai! Kalian semua selalu menuntut aku agar memimpin dan berperilaku seperti Abu Bakar dan Umar bin Khaththab, padahal tidaklah kalian sadari bahwa kalian semua tidak berperilaku sebagaimana rakyat Abu Bakar dan Umar bin Khaththab? “.
Maka, alangkah baiknya bagi kita untuk bijak dalam memilih pemimpin yang akan memimpin kita bersama rakyat lainnya. Pelajari visi misi, track recordnya, dan program-program yang ditawarkan. Berdoalah kepada Allah agar Dia memberi petunjuk bagi kita untuk memilih pemimpin yang baik bagi nusa, bangsa, negara, dan agama. Semoga Indonesia semakin jaya. Aamiin.
Source:Dakwahtuna.com
Lombok Berduka, KAMMI Daerah Sulbar dan Gabungan KOMSAT KAMMI se-Sulbar Kolaborasi Galang Dana
Mamuju, Gempa yang terjadi di Lombok pada hari Minggu (5/8/2018) sampai saat ini suda memakan korban 91 orang (Update:Badan Penanggulagan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat), Ratusan orang luka dan ribuan rumah rusak serta ribuan warga mengungsi menyisakan luka yang mendalam. Atas musibah tersebut Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sulawesi Barat merespon cepat dengan melakukan aksi penggalangan dana pada Senin (6/8/2018) dini hari dibeberapa titik aksi di kabupaten Mamuju khususnya didaerah-daerah keramaian Kota Mamuju.
Ketua Umum KAMMDA SULBAR Rahmat Rustam mengungkapkan bahwa, aksi yang dilakukan akan berlangsung beberapa hari kedepan dan secara formal telah menginstruksikan kepada seluruh pengurus-pengurus Komisariat se-Sulbar untuk melakukan aksi penggalangan dana serupa yang nantinya hasil penggalangan dana akan disatukan dan kemudian disalurkan langsung untuk para korban gempa di NTB dan Sekitarnya.
“Kita berharap aksi penggalangan dana yang kami lakukan diseluruh daerah di Sulbar yang secara tehnis juga dieksekusi langsung oleh seluruh Komisariat se-Sulbar mendapatkan respon positif dari seluruh masyarakat sulbar. Setidaknya kami hadir untuk mengingatkan dan mengajak kepada masyarakat untuk peduli kepada saudara-saudara kita di Lombok dan NTB sekitarnya atas bencana yang telah diujikan kepada mereka. Selain bantuan materil sekiranya kita warga sulbar juga mendoakan saudara-saudara sebangsa kita di Lombok”. Ungkapnya.
Berdasarkan keterangannya, Rahmat juga menyampaikan bahwa dilokasi gempa telah dibangun Posko Relawan KAMMI Peduli NTB yang juga adalah jajaran Pengurus KAMMI Wilayah NTB.
“Posko KAMMI Peduli NTB juga telah dibangun dilokasi gempa oleh Pengurus Pusat dan Wilayah KAMMI untuk membantu mengevakuasi dan meringankan beban para korban yang tentunya sinergi dengan pemerintah dan relawan-relawan lain. Kepada masyarakat kami juga menyediakan rekening dalam memudahkan Masyarakat Sulbar untuk menyalurkan bantuannya. Untuk itu bantuan dapat disalurkan ke Nomor Rekening Bank Mandiri 124-000790632-5 An. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Konfirmasi 08561539722), atau BRI 495601008000538 An. Fadia Ulfa (konfirmasi 085337771774)".
Source: Kuritanews.com
Lenyapnya Keimanan
Alkisah di suatu negeri ada saudagar yang shalih memulai usaha dari modal kecil hingga saat ini sangat kaya raya. Dengan kekayaannya tentu ia dapat mempunyai apa pun yang dia mau, satu dua tahun berlalu kekayaannya tambah berlimpah, wanita-wanita memenuhi harinya, fasilitas mewah menyertai kehidupannya, kesenangan duniawi selalu siap menemaninya.
Sebab, kekayaannya melimpah ruah. Tapi itu semua dia lakukan dengan menentang peraturan Rabbnya tidak seperti dahulu dengan keshalihannya, sekarang segala cara ia halalkan agar hartanya terus bertambah dan bertambah, namun hatinya tidak dapat dibohongi ia tetap merasa sepi sunyi pada lubuk hati terdalamnya, tetapi ia tidak paham apa yang hilang darinya.
Di lain kisah hidup sosok sederhana, jujur, berwatakkan tenang serta murah senyum, hari-harinya ia habiskan untuk bertani, tidak lupa setiap paginya diiringi pula dengan shalat duha, sebagai bentuk ikhtiar agar segala macam rezeki dimudahkan oleh Rabb-Nya, juga amalan sedekah tidak pernah terlewatkan, ayat-ayat Quran selalu terlafazhkan dari bibirnya, hatinya tenang sebab dipenuhi dengan kedekatan dirinya terhadap Rabb-Nya, walaupun kehidupan kesehariannya dipenuhi keterbatasan namun hatinya tenang dan senantiasa mensyukuri segala nikmat Rabbnya yang ia dapatkan hingga detik ini.
Al-Hafizh Ibn al-Jauzi dalam kitabnya, Shaid al-Khaitir menuturkan bahwa andai saja orang yang melakukan maksiat menyadari betapa kenikmatan maksiat itu hanya sesaat, kemudian setelah itu dia merasakan akibat kemaksiatannya, yaitu kemurkaan Allah, dosa, dan siksa-Nya, maka orang itu tidak akan sanggup melakukan maksiat.
Namun yang terjadi adalah, orang itu terpesona dengan kenikmatan maksiat, berzina dan berzina, memakan riba, berbohong, korupsi, mencuri, menipu. Baginya kemaksiatan tidak berdampak apa pun terhadap kehidupannya, dia tetap enjoy dengan kebergelimangan maksiat. Apa yang sesungguhnya terjadi dengan orang yang seperti ini?
Ibn al-Jauzi memberikan jawaban “kemaksiatan itu diganjar dengan kemaksiatan”. Ketika seseorang melakukan suatu maksiat, lalu diikuti maksiat berikutnya itu sesungguhnya siksaan Allah, tetapi dia tidak merasa sedang disiksa Allah, dengan diambilnya kelezatan kedekatan dengan Rabbnya, tidak dapat merasakan nikmatnya ketaatan, shalat dan doanya kehilangan ruhnya, karena tidak lagi merasakan kenikmatan itu, dia pun mulai meninggalkan shalat, serta Qurannya karena baginya Al-Quran dan shalat hampa saja terasa olehnya, dia pun jauh semakin jauh dari ketaatan.
Bila tanda-tanda tadi menghinggapi diri-diri ini maka bersegeralah kembali kepada-Nya, agar setitik kenikmatan keimanan tidak lenyap dari hati ini, agar suara keimanan tidak hilang saat kita terperdaya ingin melakukan maksiat, sebab hal yang tidak dapat diprediksi hingga saat ini adalah trafik naik dan turunnya keimanan.
Sesungguhnya maksiat itu membunuh kelezatan ketaatan kepada Allah, dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 8 terdapat doa agar Allah jaga keimanan setiap insan, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Dan karunialah kepada kami rahmat dari sisi engkau. karena Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia.” Aamiin allahumma aamiin.
Source: Dakwahtuna.com